Profil

Pendirian MNPK berawal dari gagasan dan keinginan wakil-wakil yayasan pendidikan katolik seluruh Indonesia dalam Pertemuan Penyelenggara Pendidikan Katolik di Bandung dan Jakarta tahun 1972.

Gagasan dan keinginan tersebut diusulkan dalam Sidang MAWI tahun 1972 dan tahun 1973 dan mendapat dukungan dari para Uskup Indonesia. Untuk Mewujud-nyatakan gagasan dan keinginan tersebut, maka dalam rapat para Delegati Pendidikan di Jakarta, disepakati untuk membentuk MNPK pada tanggal 13 September 1974. Hal ini merupakan wujud nyata dari gagasan tentang perlunya wadah komunikasi, kerjasama dan koordinasi antar yayasan pendidikan Katolik.

Hasil kesepakatan tentang pembentukan MNPK tersebut dimohonkan persetujuan kepada MAWI. Dalam Sidangnya bulan November tahun 1974, MAWI memutuskan memberi restu atas usaha untuk mengembangkan Majelis Pendidikan Katolik (MPK) di tingkat Keuskupan dan Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) di tingkat Nasional sebagai kelanjutan dari PWI Pendidikan tanpa mengubah status KWI Bagian B dan status PWI. Oleh karena itu, namanya menjadi PWI Pendidikan/Komisi Pendidikan KWI/MNPK.

Mekanisme pendidikan Katolik dalam struktur organisasi pendidikan Katolik pada tingkat nasional (MNPK) dan tingkat Keuskupan (MPK), diajukan kepada MAWI sebagai usulan untuk mendapat pengesahan. Pada tingkat nasional, hal ini berarti pengintegrasian PWI Pendidikan dalam MNPK. Pengurus MNPK dipilih oleh wakil-wakil Uskup pada Sidang Pleno MNPK dan diangkat oleh MAWI. Tugasnya mendampingi MAWI sebagai PWI “sui generis” dalam menentukan policy pendidikan dan dalam merencanakan, mengkoordinasikan, mengarahkan, dan mengembangkan karya-karya pendidikan Katolik pada tingkat nasional.

Pada tingkat nasional, KWI B sebagai service bureau diintegrasikan dalam Sekretariat MNPK yang memberi pelayanan kepada MPK-MPK dan Yayasan-yayasan; menjadi penghubung dalam bidang pendidikan antara MAWI dengan MPK dan Yayasan, dan antara MAWI dengan instansi pemerintah atau perguruan swasta lainnya (MPS).

Menurut catatan, tahun 1985 PWI Pendidikan dirubah namanya menjadi Komisi Pendidikan MAWI. Dalam struktur organisasi, Komisi Pendidikan berada di bawah MAWI, dan MNPK berada di bawah Komisi Pendidikan MAWI. Meskipun demikian, pertanggung-jawaban program kerja, keuangan dan Statuta MNPK harus mendapat pengesahan dari MAWI. Demikian pula dengan Kepengurusan MNPK, Ketua Umum dan Sekretaris MNPK dipilih oleh MAWI. Sedangkan untuk pengurus lainnya, dipilih oleh Sidang Pleno MNPK dan diangkat oleh MAWI. Pada tahun ini, tercatat pula adanya usulan pembagian fungsi antara Komisi Pendidikan MAWI dengan MNPK.

Sejak tahun 1987, MAWI berganti namanya menjadi Konferensi Waligereja Indonesia. Sejak itu pula, Komisi Pendidikan MAWI berubah menjadi Komisi Pendidikan KWI.

Dalam perkembangannya, setelah berjalan sekian lama, Sidang Pleno XII Komisi Pendidikan KWI/MNPK di Wisma Canossa Jakarta tanggal 22-26 September 2003 mengusulkan adanya reposisi organisasi Komisi Pendidikan KWI/MNPK kepada Sidang Sinodal KWI tahun 2003.

Maksud reposisi organisasi adalah MNPK dipisahkan dari Komisi Pendidikan KWI dalam arti menempatkan MNPK dalam koordinasi Komisi Pendidikan KWI dengan dilengkapi anggaran dasar, struktur dan kepengurusan.