Sambutan Ketua Presidium MNPK
RP DR. Vinsensius Darmin Mbula, OFM

Salam Kasih Persaudaraan.

Puji Syukur kepada Tuhan yang Maha Baik, yang senantiasa memberikan rahmat dan kekuatan-Nya kepada kita semua.

Pertama-tama, Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) merasa bersyukur karena rencana untuk menggelar kegiatan Perayaan Budaya Nusantara (PBN) ini akhirnya bisa terlaksana.

Rencana ini sesungguhnya sudah menjadi bahan diskusi selama beberapa waktu terakhir di kalangan Pengurus MNPK, dalam kerangka menempatkan budaya sebagai bagian penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dimensi budaya ini tentu tidak bisa dikesampingkan, karena perannya yang penting dalam proses pendidikan dan pemanusiaan.

Awalnya kegiatan ini direncanakan digelar pada tahun 2019. Namun, karena berbagai kendala teknis, baru bisa dilaksanakan saat ini. Tentu saja, karena situasi pandemi Covid-19, formatnya mengalami penyesuaian. Ide awalnya untuk mengumpulkan para peserta misalnya mesti dibatalkan, diganti dengan mengirimkan rekaman materi untuk kemudian diproses lebih lanjut oleh panitia.

Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat aktif mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan ini, baik panitia yang bekerja di bawah koordinasi Ibu Pudentia MPSS, maupun Dewan Juri, yang adalah para pakar di bidangnya masing-masing, yang bersedia meluangkan waktu untuk membantu dan bekerja sama dengan  MNPK.

Akhirnya, kami berharap, Sekolah-sekolah Katolik di seluruh Indonesia mengambil bagian dalam kegiatan ini, dengan mengirimkan peserta untuk terlibat sesuai kategori yang ditetapkan. 

Ut Omnes Unum Sint

Tema

Merajut Ke-Indonesia-an Melestarikan Tradisi Nusantara

Tujuan
  • Memperkenalkan kekayaan budaya kepada anak-anak dan generasi muda.
  • Merevitalisasi dan melestarikan warisan budaya.
  • Menanamkan kesadaran dalam diri anak-anak dan generasi muda untuk menjadi pelaku budaya atau pewaris tradisi.
  • Membina apresiasi seni tradisi anak-anak dan generasi muda untuk mencintai budaya bangsa.
  • Mengembangkan pemahaman dan kreativitas untuk melindungi seni tradisi.
  • Membentuk karakter bangsa dengan mengenal lingkungan budaya dan belajar bersama maestro tradisi.
Kategori
  • Tingkat TK/PAUD-SD Kelas III: Tari Kreasi/Garapan Berdasarkaan Tradisi atau Permainan Rakyat Setempat 
  • Tingkat SD Kelas IV-VI: Dongeng
  • Tingkat SMP: Musik Tradisi
  • Tingkat SMA/SMK: Penulisan Sejarah dan Tradisi Lokal yang ada di lingkungan dan atau sekolah peserta 
Ketentuan Umum
  • Setiap siswa yang terdaftar di Sekolah Katolik dapat mendaftarkan diri sebagai peserta mewakili sekolah dan daerahnya. Tidak ada batasan jumlah peserta dari setiap sekolah.
  • Setiap peserta harus mendaftarkan diri dengan mengisi formulir dan membayar biaya partisipasi.
  • Setiap kegiatan dapat diikuti oleh siswa dan siswi atau  gabungan dari keduanya.
  • Setiap penampilan harus didampingi atau dibina oleh guru pembimbing.
  • Setiap kegiatan yang diikuti harus disertai dengan deskripsi singkat atau sinopsis penyajian lengkap dengan keterangan mengenai sumber tradisi dan maestro/tokoh  yang diambil sebagai materi penyajian; keterangan mengenai koreografer/ penata musik/pengarah penyajian; keterangan mengenai hal lain terkait, seperti kostum dan perlengkapan lain.
  • Tata rias dan busana disediakan oleh peserta dan disesuaikan dengan asal daerah tradisi yang dibawakan.
  • Diwajibkan untuk tidak menggunakan peralatan/properti berupa benda tajam atau benda lain yang diduga dapat membahayakan. 
  • Disarankan menggunakan peralatan/properti yang sederhana, kreatif, dan bersumber dari tradisi setempat.
  • Semua peserta diwajibkan hadir secara virtual  mengikuti  penampilan peserta yang masuk dalam tahap final.
  • Menerima keputusan dewan juri sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Tim Juri

Kriteria Pemilihan Tim Juri

Kompeten dalam melakukan proses penilaian sesuai dengan bidang keahliannya

Ahli sebagai pelaku dan atau pakar dalam bidang yang dinilainya

Adil dalam melakukan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan

Tidak memihak kepada siapa pun peserta yang mengikuti acara 

Profesional dalam melaksanakan tugas penilaian

Jujur dan bertanggung jawab dari awal sampai akhir penilaian

Profil Para Juri

Elly D. Luthan

Lahir di Makassar pada 27 Juli 1952. Sebagian besar masa hidupnya diabdikan untuk dunia tari. Pada tahun 2014, ia menerima “Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi” dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Elly juga berkiprah di bidang seni peran, baik teater maupun film. Karya-karya tari Elly telah mendapat apresiasi yang sangat baik, diantaranya Karya Ramayana dalam Festival Ramayana Internasional di Bangkok, Thailand pada tahun 1998, Kunti Pinilih yang dipentaskan di Het Muziek Theatre, Amsterdam, Belanda tahun 2002 dan Tjut Nyak yang dipentaskan dalam Art Summit Festival tahun 2004.

Gilang Ramadhan

Lahir di Bandung pada 30 Mei 1963. Ia menamatkan pendidikan di Los Angeles City College Music Department dan Hollywood Professional School. Ia dikenal sebagai salah satu drummer papan atas Indonesia dengan minat yang tinggi pada musik tradisi. Gilang mengoleksi berbagai alat musik tradisional seperti Gendang Bali, Gendang Sunda, Rebana, Tifa, serta jenis alat tetabuhan tradisional Indonesia lainnya.

Sulistyo S. Tirtokusumo

Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 6 Juli 1953. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa koreografi tari yang dipentaskan di berbagai panggung pertunjukan, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Ia menjabat sebagai Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud (2006-2009); Direktur Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud (2009-2013); Direktur Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (2015-2018) dan Badan Penasehat Yayasan Harapan Kita (2018-sekarang).

 

Mukhlis PaEni

Lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 7 Mei 1948. Menyelesaikan Sarjana Sejarah Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada pada tahun 1975 dan belajar S2 serta S3 di bidang Antropologi Sosial di University of Oslo, Norwegia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (2007-2008), Ketua Lembaga Sensor Film (2009 – 2014). Sejak 1999 sampai sekarang mengajar di Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Jabatin Bangun

Lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara pada 18 Oktober 1967. Ia belajar etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara, antropologi di Pascasarjana Universitas Indonesia, filsafat di Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, dan kesenian di Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia mengajar di IKJ dan selama dua periode, ia menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (2006-2012) dan anggota Klasifikasi AMI selama tiga tahun. Ia juga menjadi Sekjen Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia (2009-sekarang) dan banyak terlibat dalam Program Badan Ekonomi Kreatif dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Murti Bunanta

Lahir di Semarang pada tahun 1946. Ia menyelesaikan S3 Program Budaya di Universitas Indonesia. Murti merupakan penulis 60 Buku Anak, Children’s Literature Specialist, Children’s Folklorist, Peneliti Sastra Anak, Ketua dan Pendiri Kelompok Pencinta Bacaan Anak dan President Indonesian Board on Books for Young People (INABBY). Ia menerima 6 International Awards untuk karya-karyanya dan 7 International Awards untuk jasa dan dedikasinya bagi kemajuan sastra anak nasional dan internasional. Ia pernah berbicara di 20 negara tentang Sastra Anak dan sudah menulis lebih dari 200 artikel dan esai untuk berbagai jurnal internasional dan publikasi lainnya.

Zaini Alif

Lahir di Subang, Jawa Barat, Mei 1975. Ia menempuh studi doktoral di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) dan kini mengajar di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Pada 2005, ia mendirikan Komunitas Hong yang merupakan pusat kajian serta dokumentasi permainan rakyat. Sampai saat ini, ia telah mengumpulkan 2.500 jenis permainan tradisional di Indonesia serta 400 jenis permainan tradisional internasional dari 10 negara.

Pudentia MPSS

Lahir di Muntilan, 8 Mei 1956. Ia meraih Doktoral dari Program Sandwich UI dengan Universitas Leiden dan Universitas California, Berkeley pada tahun 2000, dengan spesialisasi tradisi lisan Melayu. Selain bekerja sebagai Dosen dan Peneliti di FIB UI, ia juga menjadi Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL); Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda dan Tim Penilai Anugerah Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud RI dan Anggota Komite Indonesia Memory of the World (MOW) UNESCO. Pudentia juga merupakan anggota Pengurus Harian MNPK.

Penghargaan

Dewan Juri menetapkan 6 peserta terbaik tanpa peringkat untuk setiap kategori, yang terdiri atas:

  • Penghargaan untuk Originalitas Pengelolaan Kearifan Lokal dan ciri khas kedaerahan seperti tertera dalam deskripsi/sinopsis yang diajukan
  • Penghargaan untuk Teknik Gerak/Teknik Vokal/ Teknik Bermain Musik/ Teknik Orasi dan Teknik Penulisan Terbaik
  • Penghargaan untuk Penghayatan dan Interpretasi Terbaik
  • Penghargaan untuk Penataan/Komposisi/Aransemen Terbaik/Gaya Penulisan
  • Penghargaan untuk Penampilan Terbaik (keserasian semua unsur, properti, kostum, dan asesoris lainnya)/Penulisan Terindah
  • Penghargaan untuk Peserta Terfavorit

 

Bentuk Penghargaan: Para peserta akan mendapatkan piala dan dana pembinaan.

Jika ada pertanyaan, silahkan mengontak panitia via:

Email : pbn.mnpk@gmail.com atau WA : 081212969386